This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label struktur tumbuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label struktur tumbuhan. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Juni 2014

Morfologi Bunga

Morfologi Bunga (Flos)

Bunga adalah Penjelmaan suatu tunas (batang dan daun-daun ) yang bentuk, warna, dan susunannya disesuaikan dengan kepentingan tumbuhan, sehingga pada bunga ini dapat berlangsung penyerbukan dan pembuahan, dan akhirnya dapat dihasilkan alat-alat perkembangbiakan.

Letak dan Susunan Bunga dibedaan :
a. Bunga yang bagian-bagiannya tersusun menurut spiral (acyclis)
        contoh : bunga cempaka (Michelia Champaka L)
b.   Bunga yang bagian-bagiannya tersusun dalam lingkaran-lingkaran (cyclis)
        contoh : bunga terong ( Solanum melongena L)
c. Bunga yang sebagian bagian-bagiannya duduk  dalam lingkaran dan sebagian lain terpencar atau menurut garis spiral (hemicyclis)
        contoh : bunga sirsat (Annona muricata L)


Jumlah Bunga dan Tata Letaknya pada Suatu Tumbuhan
Menurut Jumlahnya :
       tumbuhan yang hanya menghasilkan satu bunga saja disebut tumbuhan berbunga tunggal (planta uniflora)
      Tumbuhan yang menghasilkan bunga banyak atau lebih dari satu disebut tumbuhan berbunga banyak (planta multiflora)
Menurut letaknya :
a.   Bunga pada ujung batang (flos terminalis)
        contoh : bunga coklat
b.   Bunga di ketiak daun ( flos lateralis)
        contoh : kembang sepatu ( Hibiscus rosa sinensis L )

Bunga Majemuk (Anthotaxis, Inflorescentia)
Pada suatu bunga majemuk lazimnya dapat kita bedakan bagian-bagian berikut :

A.  Bagian-bangian yang bersifat seperti batang atau cabang, yaitu :

        a. Ibu tangkai bunga ( pedunculus communis), yaitu bagian yang biasanya merupakan tersusun batang atau cabang yang mendukung bunga majemuk tadi.

        b. tangkai bunga (pedicellus), yaitu cabang ibu tangkai yang mendukung bunganya.

     c. dasar bunga  ( receptaculum),  yaitu ujung tangkai bunga yang mendukung bagian-bagian bunga lainnya.


B.  Bagian- bagian yang bersifat seperti daun :

        a. daun-daun pelindung (bractea), yaitu bagian-bagian serupa daun yang dati ketiaknya muncul cabang-cabang ibu tangkai.

        b. daun tangkai (bracteola), yaitu satu atau dua daun kecil yang terdapat  pada tangkai bunga.

        c. seludang bunga ( spatha), yaitu daun pelindung yang besar, yang seringkali menyelubungi seluruh bunga majemuk sewaktu belum mekar.
        contoh : bunga kelapa (Cocos Nucifera L)

sejumlah daun-daun pelindung yang tersusun dalam suatu lingkaran.
        contoh : bunga matahari (Helianthus annuus L)

e. Kelopak tambahan (epicalyx), yaitu bagian-bagian serupa daun yang berwarna hijau tersusun dalam suatu lingkaran dan terdapat dibawa kelopak.
f. daun-daun kelopak (sepalae)
g. daun-daun mahkota atau daun tajuk (petalae)
h. daun-daun tenda bunga (tepalae)
i.  benang-benang sari (stamina)
j.  Daun-daun buah (carpella)

Sifat-sifat bunga majemuk dibedakan menjadi tiga golongan
a.   Bunga majemuk tak terbatas ( inflorescentia racemosa), yaitu bunga majemuk yang ibu tangkainya dapat tumbuh terus, dengan cabang-cabang yang dapat bercabang lagi atau tidak, mempunyai susunan “acropetal” (semakin muda semakin dekat dengan ibu tangkai) dan bunga-bunga pada buga majemuk ini mekar berturut-turut dari bawah keatas.
        Contoh  : mangga (Mangifera indica L)
b. Bunga majemuk terbatas (inflorescentia cymosa), yaitu bunga majemuk yang ujung ibu tangkainya selalu ditutup dengan suatu bunga, jadi ibu tangkai mempunyai pertumbuhan yang terbatas.

        Melihat jumlah cabang padaibu tangkai, bunga majemuk terbatas dibedakan menjadi tiga :

1. Bersifat “monochasial”, jika ibu tangkai hanya mempunya satu cabang, adakalanya lebih (dua cabang). Tetapi tidak pernah berhadapan, dan yang satu lebih besar daripada yang lainnya.
2. Berdifat “ dichasial”, jika dari ibu tangkai         keluar dua cabang yang berhadapan.  terdapat pada tumbuhan dengan bunga  berbibir (Labiatae)
3. Bersifat “pleiochasial”, jika dari ibu tangkai     keluar lebih dari dua cabang pada suatu   tempat yang sama tingginya pada ibu     tangkai tadi.
        contoh : bunga Oleander (Nerium oleander   L)

b.   Bunga  majemuk sempurna (inflorescentia mixta), yaitu bunga majemuk yang memperlihatkan baik sifat-sifat bunga majemuk tak terbatas.

Ragam Bunga Majemuk
A. Bunga majemuk tak terbatas ( inflorescentia racemosa)

 I. ibu tangkainya tidak bercabang-cabang sehingga bunga (bertangkai atau tidak) langsung terdapat pada ibu tangkai :
 1. tandan (racemus), jika tangkai bunga nyata.
2. bulir (spica), mirip seperti bunga majemuk tandan tetapi tidak bertangkai.
3. Bunga berbentuk untai atau bunga lada (amentum), seperti bentuk bulir tetapi ibu tangkai hanya mendukung bunga-bunga yang berkelamin tunggal.
4. Bunga tongkol (spadix), berbentuk seperti bulir tetapi ibu tangai besar, tebal, seringkali berdaging.
5. Bunga payung (umbrella), dapat dilihat dari ujung ibu tangkai yang mengeluarkan cabang-cabang yang sama panjangnya.
6. Bunga cawan (corymbus), suatu bunga majemuk yang ujung ibu tangkainya melebar dan merata, sehingga mencapai bentuk seperti cawan.
7. Bunga bongkol (capitulum), bunga majemuk yang menyerupai bunga cawan, teapi tanpa daun-daun pembalut , dan ujung ibu tangkai biasanya membengkak, sehingga bunga majemuk seluruhnya berbentuk seperti bola.
8. Bunga periuk ( hypanthodium)

II. Bunga majemuk tak terbatas yang memiliki ibu tangkai yang bercabang-cabang :

1. ibu tangkainya mengadakan percabangan secara monopodial, demikian pula dengan cabang-cabang nya sehingga suatu malai dapat disamakan dengan suatu tandan majemuk.
2. Bunga majemuk malai rata, ibu tanngkai mengadakan percabangan , demikian pula seterusnya cabangnya tetapi cabang-cabang tadi mempunyai sifat sedemikian rupa sehingga seakan-akan semua bunga pada bunga majemuk ini terdapat pada suatu bidang datar  atau agak melengkung.
3.  Bunga payung majemuk ( Umbella composite), yaitu suatu bunga payung yang bersusun, dapat pula dikatakan sebagai bunga payung, yang bagian-bagiannya berupa suatu payung kecil (Umbelulla).
4. Bunga tongkol majemuk, adalah bunga majemuk dengan ibu tangkai yang bercabang-cabang.
5. Bunga bulir majemuk, jika ibu tangkai bunga bercabang-cabang dan masing-masing cabang mendukung bunga-bunga dengan susunan seperti bulir.


Bagian-bagian bunga
a.   Tangkai bunga ( pedicellus) , bagian bunga yang masih jelas bersifat batang.
b.    dasar bunga (receptaculum), yaitu ujung tangkai yang seringkali melebar, dengan ruas-ruas yang amat pendek, sehingga daun-daun yang mengalami metamorfosis  menjadi bangian-bagian bunga yang duduk amat rapat satu sama lain.
c.   c. Hiasan bunga (perianthium), yaitu bagian bunga  yang merupakan penjelmaan daun yang masih tampak berbentuk lembaran  dengan tulang-tulang atau atau urat-urat  yang masih jealas.
d.   umumnya tersusun dalam dua  lingkaran :
e.           1. kelopak (kalyx), yaitu bagian hiasan bunga yang  merupakan lingkaran luar, biasanya berwarna hijau, dan sewaktu bunga masih kuncup merupakan selubung  yang melindungi kuncup dari luar.
f.           2.  mahkota bunga (corolla), yaitu bagian hiasan bunga yang terdapat padalingkaran dalam, biasanya tidak berwarna hijau lagi.
g.   d. alat-alat kelamin jantan ( androecium), bagian ini merupakan metamorfosis daun yang menghasilkan serbuk sari.
h.   e. Alat kelamin betina (gynaecium), bagian pada bunga yang biasa disebut putik (pistillum)

Bunga dapat dibedakan dalam :

1.    Bunga lengkap atau bunga sempurna (flos completusl), terdiri atas :
        - 1 lingkaran daun-daun kelopak
        - 1 lingkaran  daun-daun mahkota
        - 1 atau 2 lingkaran benang-benang sari dan  satu lingkaran daun-daun buah.
        - 4 lingkaran penyusun bunga

2. Bunga tidak lengkap atau bunga tidak sempurna ( flos incompletus), jika salah satu hiasan bunganya atau salah satu alat kelaminnya tidak ada..
Kelamin Bunga
a.   Bunga banci ata bunga berkelamin dua (hermaphroditus), yaitu bunga  yang terdapat benang sari (alat kelamin jantan) maupun putik (alat kelamin betina).

b.   Bunga berkelamin tunggal (unisexualis), yaitu bunga yang hanya mempunya salah satu dari kedua macam kelaminnya.

Berdasarkan alat kelaminnya dapat dibedakan lagi menjadi :

1.    Bunga jantan (flos masculus), jika pada bunga hanya terdapat  benang sari saja.
2.  Bunga betina ( flos femineus), jika pada bunga hanya terdapat putik saja.

c. Bunga mandul atau tidak berkelamin jika pada bunga tidak terdapat baik benang sari maupun putik.






struktur perkembangan batang

Struktur Perkembangan Batang

Batang (Caulis)
  Merupakan bag tubuh tumbuhan yg berada di atas permukaan tanah dan  menghasilkan alat2 lateral (misal: daun, tunas, bunga)
  Batang tumbuhan terdiri dari ruas batang dan buku batang (nodus: tempat duduk daun)

Fungsi batang:
  1. Pembentuk/penyangga tumbuhan
  2. Sbg alat transportasi
  3. Terdapat jaringan meristem sbg pusat pertumbuhan
  4. Sbg alat reproduksi vegetatif
  5.  Tempat penyimpanan makanan
  6. Memperluas perdaunan

Macam-macam batang
  1. Batang basah (herbaceus); lunak & berair, ex: inai (Impatien balsamina), kangkung (Impomea aquatica)
  2. Batang berkayu (lignosus);
    1. Pohon (arbores), berkayu, >2 meter , jelas batang pokoknya, percabangan jauh di atas tanah
    2. Perdu (frutices); berkayu, tingginya sampai 2m, jelas batang pokoknya, percabangan dekat dg tanah, ex: cabe, rimpang, dll
    3. Semak (suffrutices); berkayu, tingginya sampai 2m, tdk jelas batang pokoknya, percabangan dekat dg tanah, ex:  melati, tembolok ayam, dll
  3. Batang rumput (calmus); bulat, berongga, pendek, ruas dan buku jelas, ex: padi, tebu, bambu, dll
  4. Batang mendong (calmus); batang segitiga, tdk berongga, mempunyai 1 ruas panjang, ex: rumput teki
  5. Batang tumbuhan: herba/terna, semak, perdu, dan pohon
  6. Dari segi umur tumbuhan, dikenal
    1. Tumbuhan annual/semusim: lengkapi 1x siklus hidupmati, ex: jagung, padi, dll
    2. Tumbuhan bienal: lengkapi siklus hidupnya 2 thn, ex: bit, wortel
    3. Tumbuhan perenial/menahun: hidup bertahun-tahun, ex: herba, semak, perdu, pohon

Pertumbuhan Batang Sekunder
  1. Gymnospermae Pinus
          Daerah inerfasikuler sangat sempit, aktivitas kambium meratalingkungan kambium membentuk floem dan xilem merata
B.    Dicotyledoneae
    1. Tanpa pertumbuhan sekunder; kamnium tak terbentuk = monokotil (ex: herba ektrem; Nelumbo, Ranuculus)
    2. Hanya kambium intrafasikular yg berkembang floem dan xylem sekunder (Cucurbita, Vitis, Heliantus)
    3. Mempunyai lingkaran kambium:
      1. Aktivitas kambium tdk merata pertumbuhan anomali (Bignonia, Bauhinia)
      2. Aktivitas kambium merata floem dan xilem sekunder (Hibiscus, Prunus)
  1. Monocotyledoneae
    1. Umunya tdk ada kambium; berkas pembuluh kolateral tertutup, ex: Zea
    2. Lingkaran kambium berasal dari korteks bagian dalam; parenkim, parenki+mvaskular, ex: Dracaena, Sanseviera
    3. Diffuse secondart growth Roystonea
Sel-sel parenkim dipusat batang dan seludang pembuluh membelah secara terus-menerus batang menebal /membesar


Perkembangan batang
Pada ujung batang terdapat titik tumbuh krn pd daerah ini sel-selnya aktif membelah, meristem apikal bersama dg daun2 muda yg baru didekatnya mbentuk pucuk batang.
Dalam perkembangan selanjutnya ruas diantara daun2 muda akan memanjang sehingga keseluruhan batang menjadi lebih panjang. Pemanjangan batang juga disebabkan krn penambahan jml sel.

  Pada tumbuhan berkayu, permukaan batannya keras dan terdapat Lentisel, Lentisel berfungsi sebagai tempat pertukaran gas di batang. Batang berkayu yang masih muda dan berwarna hijau dapat melakukan proses fotosintesis karena mengandung klorofil.
  Struktur dalam batang berkayu
          terdiri atas epidermis, korteks, dan silinder pusat.



Stuktur anatomi batang

  Epidermis
  Periderm
  Kortek
  Endodermis
  Silinder pusat (stele)
  Floem primer
  Floem sekunder
  Kambium
  Xylem sekunder
  Xylem primer

Pada batang monokotil jaringan pengangkut tersusun dalam berkas-berkas dan tersebar di seluruh permukaan batang. Diantara berkas-berkas pengangkut tersebut dikelilingi oleh jaringan parenkim.
Daerah parenkim kortek banyak ditemukan variasi sel parenkim baik sebagai parenkim penimbun, sel batu ataupun parenkim kelenjar. Sel dan kelenjar minyak, sel dan ruang lendir, benda-benda ergastik banyak ditemukan di daerah kortek ini. Sel sklerenkim (serabut) dan sel sklereida (sel batu) kadang ditemukan juga.

Secara garis besar struktur anatomi batang terdiri dari: kulit luar, parenkim dan ikatan pembuluh

       1. Kulit Luar
          Kulit luar terdiri dari selapis sel, antar sel tidak terdapat. Bagian luar biasanya dindingnya lebih tebal, dengan demikian kulit luar melindungi jaringan-jaringan yang lebih lembut yang terdapat di sebelah dalamnya. Dinding luar, kutikula diliputi semacam bahan gabus,yang disebut kutin. Kutikula tidak dapat kemasukan air dan melindungi batang agar tidak cepat kering.


2. Parenkim
          Parenkim berdinding tipis, antar sel berguna untuk memasukan gas, terutama zat asam yang diperlukan untuk bernafas. Sering kali juga terdapat rongga-rongga hawa yang lebih besar. Di lapisan luar, di bawah kulit luar, terdapat jaringan penunjang guna menambah kekuatan tanaman.

3. Ikatan pembuluh
          Pada tanaman monokotil jalannya ikatan pembuluh tidak sejajar dengan muka batang. Kalau kita ikuti jalannya ke bawah, maka akan tampak sebagai berikut: dari daun, ikatan pembuluh tersebut menuju ke tengah-tengah batang dan membelok serong menuju muka batang, makin ke bawah ikatan pembuluh makin bertambah kecil. Di dalam penampang melintang tampak pembuluh-pembuluh besar di muka batang, sedangkan di muka batang tampak pembuluh yang lebih kecil. Letak ikatannya tersebar.

Terdapat perbedaan antara batang dikotil dan monokotil dalam susunan anatominya.

1. Batang Dikotil
          Pada batang dikotil terdapat lapisan-lapisan dari luar ke dalam:

       a. Epidermis
          Terdiri atas selaput sel yang tersusun rapat, tidak mempunyai ruang antar sel. Fungsi epidermis untuk melindungi jaringan di bawahnya. Pada batang yang mengalami pertumbuhan sekunder, lapisan epidermis digantikan oleh lapisan gabus yang dibentuk dari kambium gabus.

       b. Korteks
       Korteks batang disebut juga kulit pertama, terdiri dari beberapa lapis sel, yang dekat dengan lapisan epidermis tersusun atas jaringan kolenkim, makin ke dalam tersusun atas jaringan parenkim.

       c. Endodermis
       Endodermis batang disebut juga kulit dalam, tersusun atas selapis sel, merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan stele. Endodermis tumbuhan Anguiospermae mengandung zat tepung, tetapi tidak terdapat pada endodermis tumbuhan Gymnospermae.

d. Stele/ Silinder Pusat
          Merupakan lapisan terdalam dari batang. Lapis terluar dari stele disebut perisikel atau perikambium. lkatan pembuluh pada stele disebut tipe kolateral yang artinya xilem dan floem. Letak saling bersisian, xilem di sebelah dalam dan floem sebelah luar.
          Antara xilem dan floem terdapat kambium intravasikuler, pada perkembangan selanjutnya jaringan parenkim yang terdapat di antara berkas pembuluh angkut juga berubah menjadi kambium, yang disebut kambium intervasikuler. Keduanya dapat mengadakan pertumbuhan sekunder yang mengakibatkan bertambah besarnya diameter batang.

       2. Batang Monokotil
          Pada batang Monokotil, epidermis terdiri dari satu lapis sel, batas antara korteks dan stele umumnya tidak jelas. Pada stele monokotil terdapat ikatan pembuluh yang menyebar dan bertipe kolateral tertutup yang artinya di antara xilem dan floem tidak ditemukan kambium. Tidak adanya kambium pada Monokotil menyebabkan batang Monokotil tidak dapat tumbuh membesar, dengan perkataan lain tidak terjadi pertumbuhan menebal sekunder. Meskipun demikian, ada Monokotil yang dapat mengadakan pertumbuhan menebal sekunder, misalnya pada pohon Hanjuang (Cordyline sp) dan pohon Nenas seberang.
Ciri-ciri anatomi batang monokotil adalah tidak bercabang-cabang, pembuluh angkutnya (xilem-floem) tersebar, tidak punya jari-jari empulur, tidak ada kambium vaskular sehingga tidak dapat membesar, empulur tidak dapat dibedakan di daerah korteks.

Bagian-bagian batang.
  Pangkal batang 
  Hipokotil
  Epikotil 
  Ujung batang 
  Primordian daun
  Primordian cabang


Batang yang tak jelas terlihat
  Planta caulis
  Caudex 
  Rizhoma

Berdasarkan kandungan zat kayu(lignin)
  Batang lunak (herbaceus) 
  Batang keras (lignosus)

Bardasarkan bentuk batangnya

  Tares: batang berbentuk bulat misal: Ceiba pentandra, Carica papaya 

  Angularis: batang yang berbentuk bersudut-sudut/bersegi-segi. Msl: Eurphobia trigona, Sechium edule, Solanum nigrum. 

  Discoideus: batang yang terdapat pada beberapa jenis Cactaceae.



        



Minggu, 01 Juni 2014

Jaringan Pada Tumbuhan

Jaringan Pada Tumbuhan

1.      Bagian bagian yang menyusun organ batang

a.      Lapisan epidermis
Lapisan epidermis terletak paling luar dari organ batang. Terdiri atas lapis sel yang dinding selnya sudah mengalami penebalan yang disebut kutikula. Sel sel epidermis biasanya berbentuk rektangular dan tersusun rapat tanpa adanya ruang anatar sel, menyebabkan terjadinya pengurang transpirasi dan dapat melindungi jaringan di dalamnya dari kerusakan dan serangan hama.

b.      Korteks
Korteks terdiri atas kolenkim yang susunannya berdesakan rapat, dan parenkim yang longgar dengan banyak ruang antar sel. Pada beberapa tumbuhan, parenkim korteks bagian tepi mengandung kloroplas sehingga mampu melakukan fotosintesis. Pada tumbuhan monokotil, korteks merupakan kulit batang.

c.       Floeterma (endodermis)
Disebut juga sarung amilum karena banyak berisi butir butir amilum. Endodermis terdiri atas satu lapis sel yang berfungsi sebagai pemisah antara korteks dan silinder pusat.
d.      Silinder pusat

Dibagi menjadi 2, yaitu :

·         Perisikel (perikambium)
Bersifat meristematis yang selnya aktif membelah dan menghasilkan sel sel baru, sehingga menyebabkan batang dikotil menjadi membesar.

·         Berkas pengangkut (xylem dan floem)
Diantara xylem dan floem terdapat kambium intravaskuler yang menyebabkan pertumbuhan sekunder, yang terus menerus.

2.      Jaringan jaringan yang menyusun organ batang dan fungsinya

a.      Jaringan epidermis

Sebagai pelindung jaringan yang ada di dalamnya, dan melindungi dari kehilangan air.
b.      Jaringan meristem dasar
Berfungsi untuk pertumbuhan sekunder maupun primer.

c.       Jaringan parenkim
Tempat bagi beberapa proses penting pada tumbuhan (sekresi, ekskresi, transportasi, dll.)
d.      Jaringan kolenkim

Sebagai jaringan  penyokong bagi batang muda dan batang yang sedang tumbuh.
e.      Jaringan berkas pengangkut
·      Xylem  : Untuk mengangkut zat garam mineral dan air dari akar ke batang dan daun.
·      Floem  : Mengangkut hasil fotosintesis ke seluruh bagian tumbuhan.

3.      Perbedaan struktur mengenai batang dikotil dan monokotil
a.      Batang monokotil terdapat jaringan tipis, yakni jaringan sklerenkima yang merupakan kulit batang. Jaringan skelerenkima berperan memperkuat dan melindungi batang monokotil.
b.      Keberadaan kambium vaskeler umumnya hanya pada batang dikotil, meskipun ada beberapa spesies dari monocotiledone yang memiliki kambium. Kambium vaskeler terdapat di dalam berkas pengangkutan (di antara phloem dan xylem).
c.       Tipe berkas pengangkutan pada monokotil yaitu kolateral tertutup karena tidak terdapat kambium, bilateral misalnya pada solonaceae, dan konsentris. Sedangkan untuk dikotil yaitu tipe kolateral terbuka dimana diantara xylem dan floem terdapat kambium.
d.      Susunan berkas pengangkutan pada dikotil tersusun teratur dalam lingkaran, meliputi xilem, floem, dan kambium pembuluh. Xilem terletak di bagian dalam sedangkan floem teletak lebih luar, dan kambium pembuluh terletak di antara keduanya.
Pola susunan berkas pembuluh pada monokotil tersusun tersebar, namun tetap mengikuti pola kolateral. Artinya, xilem terletak pada posisi lebih dalam dari pada floem, seperti diperlihatkan pada gambar. Bulatan besar adalah xilem (protoxilem &metaxilem) sedangkan bulatan kecil berwarna biru yang terletak lebih luar adalah floem, bukan mengelilingi xilem.

4.      Lingkaran tahun yaitu lingkaran yang menunjukkan usia pohon itu sendiri.
Di dalam batang pohon terdapat sebuah cincin sel-sel. Pada saat pohon itu tumbuh, jumlah sel-sel pun meningkat. Sel-sel kayu yang dihasilkan pada musim semi dan musim panas tampak sebagai cincin-cincin berwarna cerah. Ketika pertumbuhanya menjadi lambat pada bulan-bulan yang lebih dingin, kayu akan mengeras dan menjadi lebih gelap warnanya. Jadi satu tahun pertumbuhan ditandai oleh cincin yang hitam ini. Dengan menghitung jumlah cincin yang gelap,kita dapat memperkirakan berapa usia pohon tersebut.

5.      Bagian bagian pada akar
a)      Xylem
Mengangkut air dan garam mineral dari tanah menuju daun.
b)      Floem
Mengangkut zat makanan yang dibuat daun menuju ke akar.
c)      Perisikel
Letak Perisikel akar ini disebelah dalam lapisan endodermis. Fungsi Perisikel akar tumbuhan adalah membentuk cabang akar dan kambium gabus.
d)      Kambium vaskular
Kambium yang terdapat di dalam berkas pengangkutan (di antara phloem dan xylem).
Ke arah luar membentuk floem sekunder dan ke arah dalam membentuk xilem sekunder.
e)      Endodermis
Dinding sel endodermis mengandung selapis suberin atau gabus yang disebut pita caspary. Pita tersebut merupakan kesatuan antara lamela tengah dan dinding primer. Pada akar yang mengalami penebalan sekunder, endodermis tanggal bersama dengan sel korteks lain.
f)       Rambut akar
Rambut akar berbentuk serabut halus yang menempel dikulit luar akar. Fungsi rambut akar adalah menyerap air dari dalam tanah. Rambut akar inilah yang menyusup dan menembus kedalam tanah untuk mencari nutrisi yang dibutuhkan tubuh tumbuhan.

g)      Epidermis
            Epidermis akan berkembang dari protoderma. Sel epidermis berbentuk pipih dan berdinding tipis. Di dekat ujung akar, sel-sel epidermis mengalami modifikasi yaitu berbentuk rambut-rambut akar yang berfungsi memperluas bidang penyerapan air dan garam mineral. Pada ujung dari rambut akar terdapat kaliptra yaitu suatu bangunan keras yang fungsinya melindungi akar dan membantu akar menembus tanah. Kaliptra biasanya kita kenal dengan sebutan tudung akar (root cap).

h)      Korteks
Sel-sel korteks berbentuk besar dan bervakuola besar. Plastida di dalam sel jaringan korteks menyimpan pati. Oleh karena itu biasanya pada tumbuhan yang menyimpan cadangan makanan di akar (singkong), pertumbuhan korteks akar menjadi lebih dominan dibanidngkan dengan jaringan lainnya.

i)        Silinder pusat (stele)
Stele terletak di dalam endodermis, terdiri atas jaringan pembuluh (xylem dan floem). Pada lapisan luar silinder pusat terdapat perikambium atau perisikel. Jika bagian tengah tidak diisi oleh jaringan pembuluh, bagian tersebut diisi oleh parenkim empulur. Do bagian dalam perikambium berbatasan dengan protofloem dan protoxylem. Pada akar tumbuhan dikotil, xylem terletak di pusat akar, tersusun berbentuk bintang, sedangkan floem mengelilinginya.
6.      Epidermis pada akar memodifikasi membentuk rambut akar. Rambut akar adalah perluasan sel epidermis yang berfungsi mengoptimalkan penyerapan air dan mineral dari dalam tanah.

7.      Endodermis adalah lapisan paling dalam korteks akar dengan sel-sel tebal (dilapisi pita caspary) yang membatasi korteks dan stele. Fungsinya adalah sebagai pembatas selektif yang mengatur masuknya bahan2 dari larutan tanah ke dalam jaringan pembuluh di dalam stele. Pita caspary : Dinding sel endodermis yang mengalami penebalan dan berbentuk seperti pita.

8.      Silinder pusat/stele merupakan bagian terdalam dari akar.
Terdiri dari berbagai macam jaringan :
Persikel/Perikambium
Merupakan lapisan terluar dari stele. Akar cabang terbentuk dari pertumbuhan persikel ke arah luar.
Berkas Pembuluh Angkut/Vasis
Terdiri atas xilem dan floem yang tersusun bergantian menurut arah jari jari. Pada dikotil di antara xylem dan floem terdapat jaringan kambium.
- Empulur
Letaknya paling dalam atau di antara berkas pembuluh angkut terdiri dari jaringan parenkim.

9.       Xilem dan floem pada tumbuhan Dikotil tersusun radial atau membentuk jari-jari. Xilem berbentuk bintang di pusat dan floem mengelilingi xilem. Di antara xilem dan floem terdapat kambium. Aktivitas kambium ke arah luar membentuk unsur kulit dan ke arah dalam membentuk unsur kayu.

10.  Bagian-bagian akar dikotil (epidermis, korteks, endodermis, periskel, xylem, floem, jaringan parenkim, kambium) ; Monokotil (epidermis, korteks, endodermis, sylem, floem, jaringan parenkim)

Penjelasan
Perbedaan Anatomi Akar Monokoti dan Dikotil
Ø  Akar monokotil (anatomi)
-          Batas ujung akar dan kaliptra jelas
-          Perisikel terdiri dari beberapa lapis sel
-          Punya empulur yang luas sebagai pusat akar
-          Tidak ada kambiumnya
-          Jumlah lengan protoxilem banyak (lebih dari 12)- Letak xilem dan floem berselang-seling

Ø  Akar dikotil (anatomi)
-          Batas ujung akar dan kaliptra tidak jelas
-          Perisikel terdiri dari 1 lapis sel
-          Tidak punya empulur / empulurnya sempit
-          Mempunyai kambium- Jumlah lengan xilem antara 2-6
-          Letak xilem di dalam dan floem di luar (dengan kambium sebagai pembatas)
Catatan :
Kaliptra -> merupakan tudung akar yang berfungsi sebagai sarung pelindung akar
Kaliptrogen -> yang membentuk kaliptra

11.  Struktur anatomi daun
·         Epidermis
Terdiri dari satu lapisan sel yang transparan. Terdapat kutikula untuk mengurangi penguapan air yang terlalu berlebihan. Struktur daun biasanya pipih. Permukaan atas daun disebut permukaan adaksial dan permukaan bawah daun disebut dengan permukaan abaksial. Dalam permukaan abaksial terdapat stomata, sel penutup mengandung kloroplas, berfungsi untuk mengatur membuka dan menutupnya stomata. Mengendalikan pertukaran gas.
·         Mesofil
Mesofil terdiri atas jaringan parenkim palisade dan parenkim spons, yang mengalami diferensiasi membentuk jaringan fotosintetik yang berisi kloroplas.
Parenkim palisade berbentuk batang yang tersusun dalam deretan. Tidak mempunyai ruang antarsel. Sel-sel mengandung kloroplas dalam jumlah yang besar. Parenkim Spons berbentuk bulat atau oval dengan ruang antarsel yang longgar. Sel-sel ini mengandung kloroplas sangat sedikit.
·         JaringanPengangkut
berkas pembuluh terdiri dari dua jenis jaringan yaitu xilen dan floem. Kedua jaringan tersebut bersama-sama membentuk jaringan pembuluh.

12.  Jaringan klorenkim sering di temukan jaringan parenkim pada daun. Jaringan klorenkim sering disebut parenkim asimilasi. Sel klorenkim merupakan sel parenkim yang mengandung klorofil dan berfungsi untuk fotosintesis

13.  Stomata adalah suatu celah pada epidermis yang dibatasi oleh dua sel penutup yang berisi kloroplas dan mempunyai bentuk serta fungsi yang berl;ainan dengan epidermis. Fungsi stomata adalah sebagai jalan masuknya CO2 dari  udara pada proses  fotosíntesis, sebagai jalan penguapan (transpirasi), sebagai jalan pernafasan (respirasi)
Struktur stoma

·         Sel penutup (guard cell)
Merupakaan sel-sel aktif yang terdiri atas sepasang sel yang terlihat simetris dan terdapat kloroplas. Berfungsi untuk mengatur atau membukanya porus berdasarkan perubahan osmosis.
·         Celah (Aperture = porus)
Celah yang berupa lupang kecil di antara kedua sel penutup.
·         Sel tetangga (subsidiary Cell)
Merupakan sel-sel yang berdampingan atau disekitar sel penutup. Sel-sel tetangga dapat terdiri dari dua buah atau lebih yang secara khusus melakukan fungsinya secara berasosiasi dengan sel penutup.
·         Ruang dara dalam (substomata Chamber)
Merupakan ruang sntar sel yang besar dan berfungsi ganda dalam fotosíntesis, transpirasi, dan respirasi.

14.  Tulang daun yang besar dikelilingi oleh parenkim yg sedikit mengandung kloroplas. Tulang daun yang lebih kecil biasanya juga dikelilingi oleh lapisan sel parenkim. Pada tulang daun terdapat berkas pembuluh yaitu xylem dan floem. Xylem yang berfungsi untukmengangkut zat garam mineral dan air dari akar ke batang atau daundan floem yang berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis ke seluruh bagian tumbuhan.

15.  Perbedaan dan persamaan struktur daun dikotil dan monokotil Jaringan
Struktur daun
Dikotil
Monokotil
Epidermis dan kutikula
Letaknya pada permukaan atas maupun bawah daun. Fungsi utamanya untuk melindung jaringan daun di bawahnya dan menjaga bentuk daun agar tetap.
Letaknya pada permukaan atas maupun bawah daun.Fungsinya melindungi jaringan daun di bawahnya.
Stomata
Stomata terletak pada permukaaan atas dan bawah daun, tetepi ada pula yang terdapat pada permukaan daun.
Terdapat stomata yang letaknya berderet   diantaraurat daun tetapi ada juga yang hanya terdapat pada permukaan daun.
Mesofil
Letaknya antara epidermis atas dan epidermis bawah, dan berdiferensiasi menjadi jaringan tiang berbentuk silinder, tersusun rapat dan mengandung banyak kloroplas. Jaringan bunga karang tersusun oleh sel-sel yang tidak teratur dan berdinding tipis, fungsinya sebagai tempat berlangsungnya fotosíntesis.
Letaknya pada cekungan diantara urat daun. Mesofil tidak berdiferensiasi menjadi jaringan tiang tetapi bentuknya seragam, fungsinya sebagai tempat berlangsungnya fotosíntesis.
Jaringan Pengangkut
Terdapat pada tulang daun. Yang letaknya pada helai daun, memepuyai satu ibu tulang dan cabang-cabang yang membentuk jala.
Terdapat pada tulang daunyang letaknya sejajar sumbu daun dan dihubungkan oleh berkas pengangkut kecil di antaranya.